Lingkungan Korea Utara memiliki dua bagian yang saling terhubung. Alam mencakup pegunungan, hutan, sungai, lahan basah, pesisir, serta spesies yang bergantung padanya. Lingkungan sekitar masyarakat mencakup air minum, sanitasi, kualitas udara, ruang hijau, infrastruktur, dan perlindungan dari bahaya alam. Perlindungan alam menggunakan kawasan lindung, cagar biosfer, lahan basah yang diakui secara internasional, konservasi spesies, dan pemanfaatan sumber daya yang diatur. Kondisi dan tanggung jawab berbeda antara kawasan lindung, zona lainnya, dan pemerintahan lokal. Lingkungan sehari-hari dibentuk oleh layanan yang direncanakan negara dan komite rakyat (People's Committees) setempat, dengan perbedaan besar antara wilayah perkotaan dan provinsi pedesaan. Pada 2022, 94% penduduk memiliki setidaknya akses dasar terhadap air minum dan 85% memiliki setidaknya akses dasar terhadap sanitasi. Akses terhadap air minum yang dikelola dengan aman mencapai 67% secara nasional, tetapi aksesnya berbeda-beda menurut lokasi. Penggunaan bahan bakar rumah tangga dan sistem air yang menua menambah tekanan terhadap kondisi setempat. Banjir, kekeringan, topan, dan erosi lereng dapat merusak permukiman, infrastruktur, lahan pertanian, dan habitat alami. Informasi lingkungan lokal yang andal masih terbatas, sehingga angka nasional tidak menggambarkan setiap komunitas secara setara.
Lingkungan di Korea Utara
Lingkungan di Korea Utara mencakup ekosistem alami serta lingkungan tempat masyarakat tinggal dan menggunakan layanan publik. Sekitar 80% wilayah negara ini bergunung-gunung, sekitar 73% berupa hutan beriklim sedang, dan permukaan perairan mencakup sekitar 6% wilayahnya. Kondisi lingkungan juga bergantung pada sistem air dan sanitasi, kualitas udara, infrastruktur, penggunaan bahan bakar, serta paparan terhadap banjir, kekeringan, topan, dan erosi lereng.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

